AKP Gus Purwantoro Sikat Narkoba di Dumai, Razia Subuh Jaring 5 Orang Positif
INTIREDAKSI24.COM, DUMAI – Belum terbit matahari , aparat gabungan Polres Dumai sudah bergerak menyisir sejumlah lokasi yang menjadi sasaran razia narkoba. Hasilnya, lima orang terindikasi menggunakan narkotika jenis ekstasi, Kamis (22/10/2026).
Kasat Resnarkoba Polres Dumai, AKP Gus Purwantoro, S.H., M.M., Memimpin dalam operasi yang digelar sejak pukul 05.00 WIB tersebut. Razia ini menjadi bagian dari langkah kepolisian mempersempit ruang penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kota Dumai.
Kabag Ops Polres Dumai Kompol Abdul Rahman, melibatkan 40 personel gabungan kepolisian dan lima anggota Satpol PP Kota Dumai.
Petugas pertama menyasar Salon Dian di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur.
Di lokasi tersebut, delapan orang menjalani pemeriksaan urine. Hasilnya, empat orang dinyatakan positif ekstasi.
Petugas kemudian bergerak ke Kosan Aseng Multi Top di Jalan Soederejo, Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Barat.
Dari sepuluh orang yang diperiksa, satu orang kembali menunjukkan hasil positif.
Total 18 orang diperiksa, lima positif. Temuan ini memperlihatkan bahwa penyalahgunaan narkotika masih menjadi persoalan serius yang harus terus diawasi.
Kelima orang tersebut langsung dibawa ke Mapolres Dumai untuk menjalani penanganan lebih lanjut, termasuk tindak lanjut rehabilitasi.
Tak hanya memeriksa urine, petugas juga melakukan pengawasan terhadap kemungkinan adanya pengedar, barang bukti narkotika, senjata api hingga senjata tajam.
Operasi yang melibatkan Satresnarkoba, Tim Raga, Samapta, Intelkam, Dokkes dan Provost Polres Dumai itu berakhir sekitar pukul 09.00 WIB dalam situasi aman dan terkendali.
Keterlibatan AKP Gus Purwantoro bersama jajaran Satresnarkoba dalam razia subuh ini menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak boleh memberi celah bagi penyalahguna maupun jaringan peredarannya.
Lima orang yang terindikasi positif ekstasi dalam satu kali razia menjadi catatan penting. Pengawasan dan penindakan harus terus berjalan agar lokasi rawan tidak menjadi tempat berulangnya penyalahgunaan narkotika.
Razia boleh berakhir, tetapi perang melawan narkoba di Kota Dumai belum selesai. (*)
Komentar Via Facebook :