Banjir Rendam Teluk Binjai dan Buluh Kasap Parit Tersumbat Jadi Sorotan
Foto: Ist
INTIREDAKSI24,COM. DUMAI – Hujan deras yang mengguyur Kota Dumai dalam hari terakhir membuat warga Kelurahan Teluk Binjai dan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, harus berhadapan dengan banjir hingga selutut orang dewasa. Genangan merendam permukiman dan menghambat aktivitas warga.
Kondisi semakin parah karena sejumlah parit dan saluran pembuangan dipenuhi sampah, lumpur serta material lainnya. Aliran air yang seharusnya mengalir ke laut tersumbat.
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di depan Kantor Cabang Pelindo 1 Dumai, Jalan Lintas Kota Dumai, Kelurahan Teluk Binjai. Saluran tersebut merupakan salah satu jalur pembuangan air yang mengarah menuju laut melalui kawasan Buluh Kasap.
Tak ingin kondisi berlarut, warga bersama Lurah, Camat dan ketua RT, LPMK, Karang Taruna berbagai unsur masyarakat langsung turun melakukan gotong royong, Jumat (18/9/2026). Saluran yang tersumbat dibersihkan agar aliran air kembali terbuka.
Penanganan dilakukan dengan peralatan manual. Namun karena sumbatan dan kondisi saluran cukup berat, ekskavator mini kelas 6 ton milik Dinas PU ikut dikerahkan. Mobil Damkar berkapasitas tangki 5 ton juga diturunkan untuk membantu memperlancar aliran air.
Pembersihan dipusatkan pada saluran yang berada tepat di bawah Jalan Sultan Syarif Kasim, jalur yang menghubungkan Kelurahan Teluk Binjai dan Buluh Kasap.
Camat Dumai Timur Syafriandi, S.Sos., M.Si., turun langsung memantau proses gotong royong. Hadir pula Lurah Bukit Batrem, Teluk Binjai, Jaya Mukti, Tanjung Palas dan Buluh Kasap.
Kepala Dinas PU Riau Satrya Alamsyah, ST., MT., didampingi Kabid Sumber Daya Air, turut meninjau kondisi saluran yang mengalami kerusakan.
Syafriandi mengatakan, kondisi parit sudah tidak layak dan membutuhkan penanganan permanen.
Tadi kita minta ke Dinas PU untuk membangun ulang parit karena struktur parit sudah rusak berat dan Kadis PU mengiyakan,” ujar Syafriandi.
Gotong royong kembali dilanjutkan setelah sholat Jumat. Pembersihan dilakukan untuk mempercepat aliran air keluar dari kawasan permukiman dan mengurangi dampak banjir yang dirasakan warga.
Banjir ini bukan sekadar persoalan genangan. Drainase yang tersumbat sampah dan rusak membuat air kehilangan jalur keluar. Jika tidak segera diperbaiki secara permanen dan kesadaran menjaga kebersihan tidak ditingkatkan, persoalan serupa berpotensi kembali terjadi setiap hujan deras mengguyur Dumai. (*)
Komentar Via Facebook :