Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Turun ke Sungai Sembilan TNI Tegas Jangan Bakar Hutan
INTIREDAKSI24.COM. Dumai – Pasis Dikreg LXVIII Seskoad berserta jajaran turun langsung ke tengah masyarakat di wilayah Koramil 03/Sungai Sembilan, Dumai, Acara Di Laula Kantor Camat Sungai Sembilan untuk memperkuat pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pesan TNI tegas: jangan membuka lahan dengan cara membakar.
Melalui Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar 3 Agustus 2026, para Pasis Seskoad bersama jajaran TNI dan unsur terkait membangun kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu Karhutla.
Ketua Tim, Kolonel Armed Rizki Budianto, menegaskan pembakaran hutan dan lahan bukan persoalan sepele, tetapi dapat masuk ranah pidana serta mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Pembakaran hutan adalah tindak pidana. Jangan karena membuka lahan, kemudian membakar dan akhirnya merusak lingkungan serta mengancam kesehatan masyarakat,” tegas Budianto.
Dalam paparan Mayor Saiful, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad, disebutkan kebakaran dapat dipicu faktor manusia maupun alam. Faktor manusia antara lain membuka lahan dengan membakar, membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan hingga kelalaian dalam menggunakan api.
Asap Karhutla juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan, terutama anak-anak dan orang tua, karena dapat mengganggu pernapasan dan berdampak terhadap kesehatan paru-paru.
“Jangan sampai kelalaian menjadi awal bencana. Api kecil bisa menjadi kebakaran besar,” tegas Mayor Saiful.
Kegiatan tersebut dihadiri Kolonel Armed Rizki Budianto, Kolonel CKU Doni Hadianto, Camat Sungai Sembilan, jajaran pimpinan Mabes TNI, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad beserta rombongan, jajaran Kodim 0320/Dumai, Koramil 03/Sungai Sembilan, Kapolsek Sungai Sembilan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para lurah, ketua RT, LPMK, Masyarakat Peduli Api, serta tokoh masyarakat, agama dan adat.
Kehadiran Pasis Dikreg LXVIII Seskoad menunjukkan komitmen TNI memperkuat pencegahan Karhutla dari tingkat masyarakat.
TNI tidak hanya hadir saat api berkobar. Pencegahan diperkuat sejak dini—cegah pembakaran, cegah Karhutla, lindungi masyarakat dan masa depan generasi.
Komentar Via Facebook :