Pasis Seskoad Paparkan Titik Rawan Karhutla TNI Perkuat Kesiapsiagaan Dumai

Pasis Seskoad Paparkan Titik Rawan Karhutla TNI Perkuat Kesiapsiagaan Dumai

INTIREDAKSI24.COM.DUMAI — Peserta Didik Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad turun langsung memperkuat upaya TNI mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Dumai. Dalam penyuluhan di Kecamatan Dumai Selatan, Pasis Seskoad memaparkan peta dan titik wilayah rawan Karhutla sebagai langkah memperkuat deteksi dini dan kesiapsiagaan, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Dumai Selatan dan diikuti unsur Mabes TNI, Pasis Seskoad, Koramil, Polri serta masyarakat. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan foto bersama dan rangkaian penyuluhan.

Dalam sambutannya, Camat Dumai Selatan Aldi Lubis  menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kewaspadaan bersama, terutama di kawasan yang memiliki potensi rawan kebakaran.

Ia menyoroti kondisi wilayah Bukit Timah dan Mekar Sari yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan. Menurutnya, masyarakat harus dilibatkan dalam menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

Paparan wilayah kemudian diperkuat dengan pemetaan titik rawan Karhutla yang disampaikan Pasis Seskoad. Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian antara lain Bagan Keladi dan Purnama di Dumai Barat; Tanjung Penyembal, Lubuk Gaung dan Batu Teritip di Sungai Sembilan; Tanjung Palas dan Bukit Batrem di Dumai Timur; Mundam, Teluk Makmur dan Guntung di Medang Kampai; Bukit Timah dan Mekar Sari di Dumai Selatan; serta Gurun Panjang di Bukit Kapur.

Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk memperkuat pemantauan, deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi titik api.

Perwakilan Tim Mabes TNI, Kolonel Asmet Budianto, menegaskan bahwa Karhutla bukan hanya persoalan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan.

Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Setiap indikasi kebakaran harus segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum api meluas.

Sebanyak 73 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari unsur Kecamatan Dumai Selatan, Tim Mabes TNI, 8 Pasis Dikreg LXVIII Seskoad, Koramil, Polri, LAM Kawasan Dumai Selatan, puskesmas, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pamong, MPA dan perwakilan RT.

Kehadiran Pasis Seskoad sekaligus paparan titik rawan menegaskan langkah TNI yang mengedepankan kesiapan sebelum bencana terjadi. Titik rawan harus dipetakan, potensi api harus dideteksi dan setiap ancaman harus ditangani sedini mungkin.

(GAS PUL SIKAT RATAKAN)

 

Tags : TNI
Komentar Via Facebook :